Ketua PA Watampone Menghadiri dalam Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan SDM

Makassar - Kamis, 2 Oktober 2025. Ketua PA Watampone, Ibu Dra. Hj. Nurlinah K, S.H., M.H. menghadiri Pembinaan SDM oleh Hakim Agung dan Dirjen Badilag di Hotel Dalton Makassar.
Ibu Ketua didampingi Bapak Panitera dan Bapak Sekretaris hadir dalam Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan tersebut yang diselenggarakan oleh Ditjen Badilag.


Ibu Ketua bersama dengan Bapak Panitera dan Bapak Sekretaris dalam Pembinaan oleh Hakim Agung dan Dirjen Badilag
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan, Peningkatan Integritas dan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk seluruh Pengadilan Agama se-Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Makassar. Pembinaan langsung diberikan oleh Hakim Agung Kamar Agama Mahkamah Agung RI Dr. Imron Rosyadi, S.H., M.H., Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Drs. H. Muchlis, M.H., dan Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Sutarno, S.I.P., M.M.
Ketua PTA Makassar Dr. Drs. H. Khaeril R., M.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pembinaan yang dilaksanakan oleh Dirjen Badilag. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran langsung Hakim Agung dan Dirjen Badilag dalam pembinaan ini. Ini merupakan suatu kehormatan bagi PTA Makassar," ujarnya.
Ketua PTA Makassar menekankan bahwa kinerja SDM sangat urgen dan mendesak untuk terus ditingkatkan. "Beberapa tahun terakhir, peradilan menjadi sorotan publik terkait aparatur peradilan. Persoalan yang paling mendasar adalah integritas yang mesti dibenahi secara terintegrasi," jelasnya.

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Drs. H. Muchlis, M.H. menyampaikan apresiasi kepada Ketua PTA Makassar beserta jajaran yang telah menyiapkan acara pembinaan dengan baik. Beliau mengingatkan tentang pentingnya perjuangan berkelanjutan untuk mempertahankan eksistensi peradilan agama
Hakim Agung Kamar Agama Dr. Imron Rosyadi, S.H., M.H., yang merupakan alumni PTA Makassar, menyampaikan materi pembinaan dengan menekankan pentingnya kecerdasan dalam menangkap perubahan dalam pelayanan peradilan. "Kita harus cerdas dalam menangkap perubahan, termasuk perubahan fisik dan verbal dalam pelayanan peradilan. Kita harus cepat menangkap perubahan, termasuk perubahan yang dikehendaki oleh pimpinan," tegasnya

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan integritas dan kualitas SDM di lingkungan Peradilan Agama, memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan, serta mempercepat transformasi digital dalam sistem peradilan agama di Indonesia.